Kamis, 18 Februari 2010

ANATOMI ALAT REPRODUKSI WANITA



ORGAN GENITAL LUAR


ORGAN GENITAL DALAM

Keterangan Gambar :

1. Glan of Clitoris
2. Labium Majus
3. Hymen
4. Posterior Labia Commissure
5. Prepuce of Clitoris
6. Labium Minus
7. External Orifice
8. Vaginal Orifice
9. Body of Clitoris
10. Crus of Clitoris
11. Greater of Vestibular Gland
12. Bulb of Vestibul
13. Opening of Greater Vestibular Gland (Probe)
14. Infundifulum of Uterine Tube
15. Ovary
16. Fundus of Uterus
17. Isthmus of Uterine Tube
18. Round Ligamen of Uterus
19. Vaginal Part of Cervix
20. Vagina
21. Ovarian Artery
22. Suspensory Ligament of Ovary
23. Internal Liliac Artery
24. Uterine Artery
25. Ovarian Branch of Uterine Artery
26. Internal Pudendal Artery
27. vaginal Artery

http://yoyoxproduction.wordpress.com/2009/09/07/keperawanan-%E2%80%93-anatomi-hymem-selaput-dara/

A. ALAT KELAMIN PEREMPUAN BAGIAN LUAR (GENETALIA EXTERNA)

 

 


Vulva

Alat kelamin wanita bagian luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum ), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.

Perineum adalah jaringan otot yang berbeda di antara vagina dan anus yang menopang rongga panggul dan membantu menjaga organ panggul tetap pada tempatnya. Perineum merupakan bagian kelamin luar wanita.

1.Mons veneris (Mons Pubis)

Merupakan suatu bangunan yang terdiri atas kulit yang di bawahnya terdapat jaringan lemak menutupi tulang kemaluan /simphisis. Pada masa pubertas, Mons veneris mulai ditutupi rambut kemaluan
Fungsi Mons veneris adalah sebagai pelindung terhadap benturan-benturan dari luar dan dapat menghindari infeksi dari luar

2. Labia Mayora (Bibir Besar)

Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah dan bersatu di bagian bawah. Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut, kelenjar lamak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak, bagian ini mengandung banyak ujung syaraf sehingga sensitif terhadap hubungan seks.

3. Labia Minora (Bibir Kecil)

Merupakan lipatan kecil di bagian dalam labia mayora. Bagian depannya mengelilingi klitoris. Kedua labia ini mempunyai pembuluh darah, sehingga dapat menjadi besar saat keinginan seks bertambah. Labia ini analog dengan kulit skrotum pada pria.

4. Klitoris

Klitoris merupakan suatu bangunan yang terdiri dari:

- Glans klitoris
- Korpus klitoris
- Krura klitoris

Merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada pria. Mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sehingga sangat sensitif saat hubungan seks.

5. Vestibulum

Bagian kelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama), saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga memudahkan penetrasi penis).

6. Himen (selaput dara)

Merupakan selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina luar. Pada umumnya himen berlubang sehingga menjadi saluran aliran darah menstruasi atau cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar endometrium (lapisan dalam rahim).
Pada perempuan yang tidak mempunyai introitus himenalis disebut Atresia Himenalis (Hymen Inferforata), akibatnya darah mens tidak bisa keluar,
Pada saat hubungan seks pertama himen akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan himen merupakan tonjolan kecil yang disebut kurunkula mirtiformis.

Namun, ada atau tidak adanya selaput dara bukan merupakan indikasi keperawanan seorang gadis. Tak seorangpun dapat menentukan dengan pemeriksaan fisik sendiri apakah seorang wanita atau remaja telah melakukan hubungan seks lewat vagina. Hanya sekitar 50% dari remaja dan wanita mengalami pendarahan pada saat pertama melakukan hubungan seks, sehingga darah dapat mewarnai seprai tempat tidur bukanlah merupakan indikator dari awal keperawanan. Selaput dara dari beberapa wanita robek lebih dari satu kali (biasanya). Bahkan ada selaput dara yang cukup elastis sehingga memungkinkan penis untuk masuk tanpa merobek, atau hanya merobek sebagian. Ini biasanya benar jika pelebaran pertama terjadi secara bertahap dengan tangan atau objek lainnya selama kurun waktu tertentu. Virginity merupakan atribut spiritual, bukan hanya fisik.

Berikut ini adalah perbandingan kondisi vagina yang masih memiliki selaput dara dengan yang tidak memiliki selaput dara :


MASIH ADA SELAPUT DARA


TIDAK ADA SELAPUT DARA

B. ALAT KELAMIN PEREMPUAN BAGIAN DALAM (GENETALIA INTERNA)



 

 

1. Vagina (Saluran Senggama)

Merupakan saluran muskulo-membranasea (otot-selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar.
Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan sirkuler (berkerut) yang disebut “rugae”. Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim atau lapisan dalam rahim. Sebagian dari rahim yang menonjol pada vagina disebut “porsio” (leher rahim).

Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting :

- sebagai jalan lahir bagian lunak,
- sebagai sarana hubungan seksual,
- saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi.

Lendir vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh bakteri Doderlein, sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat asam).

2. Rahim (Uterus)

Bentuk rahim seperti buah pir/Alpukat, dengan berat sekitar 30 gr. Terletak di panggul kecil diantara rektum (bagian usus sebelum dubur) dan di depannya terletak kandung kemih. Hanya bagian bawahnya disangga oleh ligamen yang kuat, sehingga bebas untuk tumbuh dan berkembang saat kehamilan. Ruangan rahim berbentuk segitiga, dengan bagian besarnya di atas. Dari bagian atas rahim (fundus) terdapat ligamen menuju lipatan paha (kanalis inguinalis), sehingga kedudukan rahim menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis, yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat memelihara dan mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. Rahim juga merupakan jalan lahir yang penting dan mempunyai kemampuan untuk mendorong jalan lahir. Segera setelah persalinan otot rahim dapat menutup pembuluh darah untuk menghindari perdarahan. Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti semula.

Fungsi rahim:

- Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi
- Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi
- Tempat pembuatan hormon misal HCG

Bagian-bagian dari rahim (uterus):

- Servik uteri
- Korpus uteri
- Fundus uteri

Secara histologis uterus dibagi menjadi tiga bagian:

- Endometrium, yaitu lapisan uterus yang paling dalam yang tiap bulan lepas sebagai darah menstruasi
- Miometrum, yaitu lapisan tengah lapisan ini terdiri dari otot polos
- Perimetrium, merupakan lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat

Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum

Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus :

a.Ligamentum cardinale sinistra & dextra (Mackenrodt)

Ligamen ini fungsinya:

a.Mencegah supaya uterus tidak turun
b.di dalamnya terdapat pembuluh darah yang arteria & vena uterina

Ligamen ini berjalan dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul

Penyebab uterus turun:

a.Sering melahirkan
b.Perempuan yang sering melahirkan sering dipijat
c.Orang yang sudah tua

b. Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra

Fungsi : menahan uterus supaya Tidak dapat bergerak

Ligamen ini berjalan dari servik bagian belakang kiri kanan ke Os sacrum

c. Ligamentum Rotundum sinistra & dextra

Ligamen ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul. Pada perempuan hamil sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen rotundum tegang

d. Ligamentum Latum sinistra & dextra

Merupakan suatu jaringan lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah belakang ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur

e. Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra

Di dalam ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan vena ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus

f. Ligamentum ovarii proprium

Yang berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang Fundus uteri. Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum

3. Tuba Fallopii (Oviduk)

Tuba Fallopii berasal dari ujung ligamentum latum berjalan ke arah lateral, dengan panjang sekitar 12 cm. Tuba Fallopii bukan merupakan saluran lurus, tetapi mempunyai bagian yang lebar sehingga membedakannya menjadi empat bagian. Di ujungnya terbuka dan mempunyai fimbriae (rumbai-rumbai), sehingga dapat menangkap ovum (telur) saat terjadi pelepasan telur (ovulasi). Saluran telur ini menyalurkan saluran hasil konsepsi (hasil pembuahan) menuju rahim. Tuba fallopii merupakan bagian yang paling sensitif terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama terjadinya kemandulan (infertilitas).

Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim

Fungsi tuba:

- Tempat terjadinya fertilisasi
- Saluran yang mengeluarkan hasil konsepsi
- Fimbria mengangkat ovum yang keluar dari ovarium

4. Indung Telur (Ovarium)

Indung telur terletak antara rahim dan dinding panggul, dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh ligamentum infundibulo-pelvikum. Indung telur merupakan sumber hormonal perempuan yang paling utama, sehingga mempunyai dampak keperempuanan dalam pengatur proses menstruasi. Indung telur mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan silih berganti kanan dan kiri. Pada saat telur (ovum) dikeluarkan perempuan di sebut “dalam masa subur”.

Produksi telur pada perempuan sesuai dengan usia adalah sebagai berikut:

Saat lahir bayi: mempunyai sel telur 750.000
Umur 6-15 tahun: mempunyai sel telur 439.000
Umur 6-25 tahun: mempunyai sel telur 159.000
Umur 26-35 tahun: mempunyai sel telur 59.000
Umur 35-45 tahun: mempunyai sel telur 34.000

Masa menopause semua telur menghilang

Fungsi ovarium:

- Sebagai penghasil sel telur / ovum
- Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron)

5. Parametrium (Penyangga Rahim)

Merupakan lipatan peritonium dengan berbagai penebalan, yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan atasnya mengandung tuba fallopii dan ikut serta menyangga indung telur. Bagian ini sensitif terhadap infeksi sehingga mengganggu fungsinya.

Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan.

http://sebaiknyatau.wordpress.com/2008/11/05/alat-reproduksi-perempuan/

1 komentar:

  1. mw tnyak ni, bagaimana kita mengetahui slapur dara kita

    BalasHapus